Dirasah Tahsin Al Qur’an

Berangkat dari VISI IAIN Pekalongan yang berkomitmen mengembangkan harmonisasi ilmu dan agama membawa amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk menyiapkan lulusan yang cakap tidak hanya dalam bidang keilmuan sains semata melainkan memiliki pengetahuan dan pemahaman ilmu-ilmu keislaman yang mendalam. Untuk itu VISI IAIN Pekalongan diterjemahkan dalam bentuk tagline  yakni “spirituality, scientific, enterpreneurship, dan nationality” menyimpan harapan agar mahasiswa mempunyai kompetensi dalam beragam kemampuan sehingga terserap dalam semua lapisan masyarakat. Dalam kaitanya dengan spirituality dengan indikator “Salih, Cerdas, Unggul dan Moderat” memiliki arah tujuan sebagai distingsi khusus karakter mahasiswa dalam berprilaku sesuai dengan ajaran agama islam yang dapat dipertanggungjawbakan kebenaranya.

Kemampuan paling dasar dalam bidang kajian ilmu-ilmu keislaman adalah kemapuan Baca Tulis al-Qur’an (BTQ) dengan baik dan benar sesuai ilmu qira’at. Melihat pada hasil tes masuk mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 dalam pelaksanaan Placement Test BTQ mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Jumlah mahasiswa baru yang tidak lulus Placement Test BTQ sebanyak 1.119 mahasiswa atau setara dengan 47 % dari seluruh jumlah mahasiswa baru. Kurangnya kapasitas kemampuan menyisakan problem yang tidak sedikit. Di satu sisi kelulusan BTQ menjadi syarat bagi mahasiswa untuk mengikuti praktikum ibadah tilawah, bahkan menjadi rukun KKN, terlebih menjadi syarat untuk mengajukan sidang skripsi. Sedangkan di sisi lain tentu saja menurunkan trust publis IAIN Pekalongan sebagai lembaga pendididkan agama islam. Oleh karena itu, sangat perlu dan penting memberikan pembinaan kemampuan BTQ bagi mahasiswa dalam bentuk Program Tahsin al-Qur’an.

Tujuan yang hendak dicapai dalamProgram Dirosah Tahsin al-Qur’an adalah sebagai berikut:

  1. Agar mempelajari strategi metode membaca al-qur’an dengan baik dan benar
  2. Agar memiliki kemampuan membaca dan menulis al-Qur;an dengan baik dan benar sesuai ilmu qira’at